Perkembangan layanan digital di konter harus menyesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Selain pulsa, kini konter bisa melayani pembelian token listrik, PPOB, dan e-wallet.
Berbagai layanan digital tersebut memiliki skema tersendiri dalam mendapatkan keuntungan, seperti pulsa mengambil keuntungan dari selisi harga, serta layanan PPOB dan e-wallet dari biaya admin per setiap transaksi.
Artikel ini akan membahas lebih jauh perbedaan antara pulsa, token, PPOB, dan E-Wallet. Untuk mengetahui perbedaannya lebih jauh, simak penjelasan berikut ini.
Apa Itu Pulsa dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Pulsa seluler adalah satuan pernghitungan biaya layanan telekomunikasi yang digunakan saat melakukan komunikasi lewat perangkat telekomunikasi.
Jenis pulsa seluler ada dua yaitu pulsa prabayar dan pulsa pascabayar. Pulsa prabayar adalah jenis pulsa yang dibeli terlebih dahulu sebelum digunakan. Sedangkan pulsa pascabayar adalah pulsa yang digunakan terlebih dahulu, lalu melakukan pembayaran tagihan di akhir bulan berdasarkan total pemakaian.
Pulsa juga terbagi dua yaitu Pulsa Reguler dan Paket Data. Pulsa reguler berupa saldo Rupiah untuk telepon/SMS/masa aktif, sedangkan paket data berupa kuota internet (Gigabyte/Megabyte).
Pulsa dapat dibeli melalui berbagai saluran seperti konter pulsa, minimarket, e-commerce, PPOB, dan dompet elektronik.
Ada beberapa operator seluler yang menyediakan layanan isi ulang pulsa, mulai dari Telkomsel, Indosat, XL, dsb.
Nominal pulsa bervariasi mulai dari pulsa 1.000 hingga 1.000.000. Sedangkan untuk harganya bergantung pada nominal pulsa, misalnya pulsa 5.000 dijual dengan harga Rp6.000 – Rp8.000.
Apa Itu Token Listrik?
Kalau perangkat telekomunikasi menggunakan pulsa untuk berkomunikasi. Sementara meterang listrik kini berubah penggunaannya dengan menggunakan token listrik.
Token listrik adalah sistem pembayaran listrik yang dibayarkan atau di beli terlebih dahulu oleh pelanggan sebelum menggunakan listrik.
Token berisi kumpulan 20 digit angka yang sudah di beli lewat PPOB harus dimasukkan ke meteran listrik prabayar untuk mengisi saldo energi listrik.
Perbedaan token listrik dengan pulsa seluler yaitu token digunakan pada meteran listrik sedangkan pulsa seluler digunakan pada perangkat seluler (handphone).
Untuk membeli token listrik, kamu bisa membelinya lewat aplikasi M-Banking (BRImo, Wonder By BNI, Livin Mandiri), E-Wallet (DANA, GoPay, OVO, ShopeePay), atau Agen PPOB (FastPay, Order Kuota, dll).
Sebagai contoh, berikut cara membeli token listrik di ShopeePay dan memasukkan kode ke meteran listrik:
- Buka aplikasi ShopeePay (atau melalui menu Pulsa, Tagihan & Hiburan di aplikasi Shopee).
- Pilih menu Pulsa & Tagihan.
- Pilih opsi Listrik PLN.
- Pilih jenis produk Token Listrik.
- Masukkan No. Meter atau ID Pelanggan PLN Anda.
- Pilih nominal token yang ingin dibeli (mulai dari Rp20.000 hingga Rp1.000.000).
- Klik Lanjutkan.
- Pilih metode pembayaran menggunakan ShopeePay.
- Periksa kembali rincian transaksi, lalu klik Bayar Sekarang dan masukkan PIN ShopeePay.
Ketika membeli token listrik, hal yang perlu diperhatikan seperti nomor meter atau ID pelanggan, nominal pembelian, dan biaya transaksi.
Apa Itu PPOB dan Layanan Apa Saja yang Termasuk di Dalamnya?
PPOB (Payment Point Online Bank) merupakan sistem pembayaran berbagai tagihan dan pembelian produk digital secara elektronik yang terhubung langsung dengan sistem perbankan.
Contoh layanan yang termasuk PPOB adalah pembayaran tagihan listrik, PDAM, BPJS, internet, cicilan, serta pembelian produk digital tertentu sesuai penyedia.
Cara kerja transaksi PPOB yaitu melalui aplikasi atau platform agen. Pengguna atau agen mendaftar ke penyedia PPOB, melakukan deposit saldo, dan melayani transaksi kepada pelanggan. Agen dapat memperoleh keuntungan dari komisi setiap transaksi yang dilakukan.
Untuk menjadi agen layanan PPOB, agen bisa mendaftar di platform seperti seperti FastPay, PayFazz, dan KiosBank.
Apa Itu E-Wallet dan Bagaimana Pemanfaatannya?
Dompet Digital atau E-Wallet adalah aplikasi layanan digital yang memungkinkan pengguna menyimpan saldo uang elektronik dan melakukan transaksi pembayaran secara online.
Contoh e-wallet yang dikenal di Indonesia yaitu DANA, GoPay, ShopeePay, OVO, dan LinkAja. Kelima aplikasi e-wallet tersebut sangat populer dan banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Pada aplikasi E-Wallet, pengguna bisa melakukan transaksi pembelian pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan (BPJS, PDAM, Internet), hingga pembelian produk digital sesuai fitur masing-masing layanan.
Tabel Perbedaan Pulsa, Token, PPOB, dan E-Wallet
Agar lebih mudah memahami perbedaan pulsa, token, PPOB, dan E-Wallet, berikut disajikan tabel perbandingan berdasarkan fungsi, contoh transaksi, kebutuhan pelanggan, dan peluang layanan konter.
| Aspek | Pulsa | Token listrik | PPOB | E-wallet |
| Fungsi utama | Isi pulsa seluler | Isi energi listrik prabayar | Pembayaran tagihan dan transaksi digital | Saldo dompet digital |
| Contoh transaksi | Pulsa operator | Token PLN prabayar | Tagihan PDAM, BPJS, listrik | Top up saldo digital |
| Kebutuhan pelanggan | Komunikasi | Listrik rumah atau usaha | Membayar tagihan rutin | Pembayaran digital |
| Peluang bagi konter | Penjualan pulsa | Penjualan token | Komisi atau margin sesuai penyedia | Layanan top up sesuai dukungan platform |
Mana yang Paling Cocok untuk Usaha Konter?
- Pulsa cocok sebagai layanan dasar untuk kebutuhan komunikasi.
- Token listrik cocok untuk pelanggan listrik prabayar.
- PPOB cocok untuk melayani beragam kebutuhan pembayaran tagihan.
- E-wallet cocok untuk pelanggan yang menggunakan dompet digital.
- Rekomendasikan kombinasi layanan berdasarkan permintaan pelanggan, modal kerja, biaya admin, dan margin transaksi.
Kesimpulan
Produk layanan digital seperti pulsa, token listrik, PPOB, dan e-wallet merupakan layanan digital yang memiliki fungsi berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam usaha konter.
Perbedaannya yaitu pulsa digunakan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi seluler, token listrik untuk mengisi listrik prabayar, PPOB untuk memfasilitasi berbagai pembayaran tagihan, sedangkan e-wallet merupakan dompet digital yang dapat digunakan untuk transaksi sesuai fitur layanannya.
Bagi kamu pemilik konter, menyediakan berbagai layanan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Namun, pemilihan layanan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar, ketersediaan modal, biaya transaksi, serta keuntungan yang ditawarkan oleh penyedia layanan.
Dengan memahami perbedaan setiap produk dan mengelola transaksi secara teratur, kamu dapat menyusun strategi usaha yang lebih tepat.
Mulailah dari layanan yang paling banyak dibutuhkan pelanggan, kemudian pertimbangkan penambahan layanan digital lainnya untuk mengembangkan usaha konter secara bertahap.